- Portal
- Situs
- Website
- Portal
Berita
Terkini, Teraktual, untuk Negeri
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian (pompanisasi) di Desa Bapeang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (26/6/2024). Peninjauan ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung dari Juli hingga Oktober mendatang. Jokowi mengatakan, saat ini semua negara terdampak gelombang panas dan kekeringan panjang. Karena itu, semua negara mengalami penurunan produksi beras. "Banyak negara yang sebelumnya ekspor beras menjadi dipakai untuk dirinya sendiri. Negara kita juga sama, perkiraan dari BMKG nanti Juli, Agustus, September, Oktober dan mudah-mudahan enggak terus itu akan ada gelombang panas, kekeringan, yang itu harus diantisipasi. Oleh sebab itu disiapkan dulu antisipasinya, yang namanya pompanisasi," ujarnya. Presiden menjelaskan bahwa pompanisasi di seluruh Tanah Air akan melibatkan distribusi awal sebanyak 20 ribu unit pompa, yang kemudian akan ditingkatkan menjadi sekitar 70 ribu unit. "Untuk apa? Ya seperti ini, air yang di bawah sawahnya agak ke atas, enggak bisa naik ke atas gara-gara enggak ada hal kecil, pompa. Tapi ini menjadi sangat krusial," jelasnya. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berinteraksi langsung dengan para petani. Menurut petani setempat, keberadaan pompa sudah memungkinkan peningkatan frekuensi panen. "Ya yang dulunya dua (kali panen) bisa jadi tiga. Yang sebelumnya satu (kali panen) bisa jadi dua atau tiga," ucap Presiden, menandakan peningkatan signifikan dalam produktivitas pertanian. Untuk wilayah Kotawaringin Timur, pemerintah telah mendistribusikan 31 pompa yang saat ini baru bisa mengairi 435 hektare dari total 7.600 hektare potensi sawah tadah hujan yang ada. Presiden menambahkan bahwa Kementerian Pertanian akan berupaya memenuhi kebutuhan pompa secara keseluruhan untuk memastikan seluruh area dapat tercukupi. Presiden juga menyampaikan bahwa Kotawaringin Timur memiliki peran penting sebagai salah satu penyangga pangan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depannya. Menurutnya, jika produksi padi di kabupaten sekitar naik, maka surplusnya akan dibawa ke IKN. "Kalau nanti indeksnya naik dari yang biasanya panen satu kali jadi tiga kali artinya ada kelebihan produksi, dari situlah nanti akan dibawa ke IKN. Tidak hanya Kotawaringin Timur saja, tapi juga kabupaten-kabupaten lain yang kelebihan produksi," tutur Presiden.
Selengkapnya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau distribusi bantuan pompa di Desa Bapeang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Jokowi berharap adanya pompa dapat meningkatkan produksi beras dan tidak terkena dampak kekeringan.Di wilayah Kotawaringin Timur, pemerintah telah mendistribusikan 31 pompa yang saat ini bisa mengairi 435 hektare dari total 7.600 hektare potensi sawah tadah hujan yang ada. Jokowi mengatakan pompanisasi ini dilakukan untuk mencegah kekeringan akibat musim kemarau."Banyak negara yang sebelumnya ekspor beras menjadi dipakai untuk dirinya sendiri. Negara kita juga sama, perkiraan dari BMKG nanti Juli, Agustus, September, Oktober dan mudah-mudahan enggak terus itu akan ada gelombang panas, kekeringan, yang itu harus diantisipasi. Oleh sebab itu disiapkan dulu antisipasinya, yang namanya pompanisasi," kata Jokowi dalam keterangan persnya, dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/6/2024).Jokowi mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menyediakan pompa ke seluruh tanah air. Dari distribusi awal akan sebanyak 20 ribu unit pompa, nantinya akan ditingkatkan menjadi sekitar 70 ribu unit."Untuk apa? Ya seperti ini, air yang di bawah sawahnya agak ke atas, enggak bisa naik ke atas gara-gara enggak ada hal kecil, pompa. Tapi ini menjadi sangat krusial," jelasnya.Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berinteraksi langsung dengan para petani. Menurut petani setempat, keberadaan pompa sudah memungkinkan peningkatan frekuensi panen."Ya yang dulunya dua (kali panen) bisa jadi tiga. Yang sebelumnya satu (kali panen) bisa jadi dua atau tiga," ucap Jokowi.Jokowi juga menyampaikan bahwa Kotawaringin Timur memiliki peran penting sebagai salah satu penyangga pangan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depannya. Menurutnya, jika produksi padi di kabupaten sekitar naik, surplusnya akan dibawa ke IKN."Kalau nanti indeksnya naik dari yang biasanya panen satu kali jadi tiga kali artinya ada kelebihan produksi, dari situlah nanti akan dibawa ke IKN. Tidak hanya Kotawaringin Timur saja, tapi juga kabupaten-kabupaten lain yang kelebihan produksi," tutur Jokowi.Turut mendampingi Jokowi dalam kesempatan tersebut yakni Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.
Selengkapnya
Usai melakukan peninjauan di pasar PPM Sampit, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo berkunjung ke lokasi kedua, lahan pertanian di Desa Bapeang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (26/6/2024). Presiden Joko Widodo saat diwawancarai oleh media di Desa Baepang mengatakan, bahwa tujuan kunjungannya tersebut, selain untuk mencek harga bahan kebutuhan pokok seperti harga bawang merah, bawang putih, ayam, cabe, dan bahan kebutuhan pokok lainnya di Kota Sampit. Selanjutnya Presiden Joko Widodo juga menjelaskan, terkait dengan bantuan pompanisasi yang diberikan pemerintah, karena hampir di semua negara mengalami gelombang panas dan kekeringan panjang, dimana semua negara mengalami penurunan produktivitas dan produksi berasnya juga turun, sehingga banyak negara yang sebelumnya ekspor beras, menjadi dipakai untuk negaranya sendiri. Menurutnya, berdasarkan perkiraan dari BMKG, pada bulan Juli s.d. Oktober akan terjadi gelombang panas dan kekeringan yang panjang, hal ini harus diantisipasi dan disiapkan terlebih dahulu dengan adanya pompanisasi, “untuk seluruh tanah air, nanti akan disiapkan pompa, dan pada tahap pertama dibagi sebanyak 20 ribu dulu, kemudian berikutnya akan menuju 70 ribu” kata Presiden. Selain masalah-masalah lainnya, hal ini sangat krusial, dimaksudkan untuk menaikkan produktivitas para petani, “di sini sekarang baru ada 31 pompa untuk 435 Ha, padahal totalnya 7.600, sehingga kebutuhan pompa nanti masih akan diusahakan dari Kementerian Pertanian agar semuanya tercukupi” tandasnya.Tampak hadir mendampingi kunjungan kerja presiden tersebut antara lain, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Rudy Saladin, Komandan Paspampres Mayjen TNI Achiruddin, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden M. Yusuf Permana, Gubernur Kalteng, Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur.
Selengkapnya
PALANGKA RAYA – BIRO ADPIM. Upaya menekan laju inflasi terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan. Strategi dan program disiapkan, seperti Pasar Penyeimbang dan Pasar Murah. Ketahanan pangan di Kalteng juga disiapkan agar bisa mengatasi kebutuhan bahan pangan masyarakat yang bisa berdampak ke ekonomi sosial dan memicu inflasi. Beberapa waktu lalu, Pemprov Kalteng menggelar Pasar Murah dan Pasar Penyeimbang di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Pulang Pisau, serta di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Kegiatan tersebut akan digelar merata di seluruh kabupaten/kota di Kalteng. “Apa yang kita ambil langkah ini, inflasi di Kalimantan Tengah tertangani dengan baik,” kata Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran saat menggelar jumpa pers di Istana Isen Mulang Palangka Raya pada Jumat (15/3/2024) sore. Inflasi di Kalteng terkendali, menurut Gubernur, kuncinya adalah sinergi antara OPD Provinsi Kalteng terkait dengan TPID yang duduk bersama merumuskan berbagai strategi dan program. “Ya, berkat dari keputusan kita bersama. TPID, Pak Sekda yang mimpin, Pak Wagub, sehingga bisa dilaksanakan. Kalau kita menuruti ego, Kalteng itu bisa inflasi,” tandasnya. Sementara itu, pembangunan Rice Milling Unit (RMU) bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di Kalteng serta telah didirikan di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Pulang Pisau. Sedangkan Program Food Estate, ada di Kapuas dan Pulang Pisau serta di kawasan Barito, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat. Selain itu, peternakan ayam juga disiapkan di samping cabai dan pangan lainnya. “Kalteng siap menghadapi apapun dalam ketahanan pangan,” pungkasnya. (ira/ben)
Selengkapnya
MMCKalteng - Palangka Raya - Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Edy Pratowo hadiri Peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Provinsi Kalteng tahun 2023, yang diselenggarakan di Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Prov. Kalteng, Sabtu (26/8/2023). Peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2023 ini mengusung tema “Peternakan Tumbuh, Kesehatan Hewan Tangguh, Kalteng Makin BERKAH”. Ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur, Wagub mengatakan perkembangan usaha peternakan dan kesehatan hewan di Kalteng menjadi isu strategis, mengingat peran penting dan berbagai kondisi yang berkembang dalam penyediaan pangan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Dimana komoditas peternakan merupakan salah satu sumber pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat dan beberapa komoditas pangan berkontribusi dalam inflasi. "Pada saat ini, beberapa kabupaten terdapat kasus-kasus gigitan anjing atau hewan lain yang bisa berdampak terhadap infeksi rabies. Rendah kesadaran akan vaksinasi rabies dan kebiasaan masyarakat yang membiarkan hewan kesayangan/peliharaannya berkeliaran tanpa dilindungi dengan pemberian pakan yang cukup dan perlindungan kesehatan yang baik menjadi penyebab utamanya," kata Wagub. Wagub menjelaskan pada tahun 2023 ini Pemprov. Kalteng telah mengalokasikan anggaran 42 Miliar untuk bantuan bibit sapi 850 ekor, kambing 2.241 ekor, ayam 3.808 ekor, itik 2.142 ekor dan babi 794 ekor, serta sarana-prasarana pendukung usaha peternakan kepada masyarakat berupa pembangunan kandang ternak, alsintan, pakan ternak serta vaksin dan obat-obatan dalam bentuk hibah ke masyarakat. "Selain itu, pada tahun ini juga sedang dibangun pabrik pakan ternak berkapsitas 30 ton/hari, yang diharapkan mampu menyediakan pakan murah bagi peternak di Kalimantan Tengah dan apartement ayam broiler (clouse house) berkapasitas 30.000 ekor sebagai penyangga dalam pengendalian inflasi harga ayam pedaging di Kalimantan Tengah, yang pembangunannya diharapkan selesai pada akhir tahun 2023," sebutnya. Wagub berharap peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan ini dapat dijadikan sebagai momentum bersama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan usaha peternakan dengan didukung kesehatan hewan yang tangguh, sarana-prasarana yang memadai dan kebijakan yang mendukung sistem usaha dari hulu ke hilir. "Saya mengimbau kepada seluruh stakeholder yang bergerak dalam pelaksanan fungsi peternakan dan kesehatan hewan untuk terus meningkatkan inovasi, etos kerja dan kompetensi dalam menjalankan, memajukan peternakan dan kesehatan hewan di Kalimantan Tengah," imbuhnya. Orang nomor dua di Kalteng ini juga mengajak untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat Kalteng agar terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan gizi terutama protein hewani. "Sehingga kita dapat mengurangi dan mencegah stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas sebagai penerus pemimpin bangsa," ungkapnya. Sementara itu Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng Sunarti dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan Peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Provinsi Kalteng tahun 2023 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi bagi insan peternakan akan pentingnya pengembangan usaha peternakan, mengkonsumsi protein hewani untuk mencegah dan mengurangi stunting, serta pencegahan infeksi rabies dan menjaga kesehatan hewan kesayangan/peliharaan. "Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk membuka wawasan bagi stakeholder terkait untuk menciptakan iklim investasi di sektor peternakan yang kondusif, dan menyediakan pangan murah bagi masyakarat Kalimantan Tengah," tukasnya. Dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan pembagian paket sembako dan makanan tambahan, kick off vaksinasi rabies gratis, dan show ternak unggul. Turut hadir mewakili Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Arif Lukman Hakim, Kepala Perwakilan BI Kalteng Taufik Saleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Sri Widanarni, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, serta Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait.
Selengkapnya
PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo. Mengungkapkan, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, kunjungi Food Estate di Gunung Mas, Kalteng, pada Selasa (22/8). “Pak Mentan itu dari hasil paparannya ditugasi pak presiden untuk meninjau lokasi food estate yang dikerjakan kemenhan, bukan di Pulang Pisau dan Kapuas,persoalan yang dimunculkan kan di Gunung Mas lahan singkong, beliau memastikan kondisi di sana memang begitu kondisi disana ada 600 hektare yang dibuka dalam melakukan itu memang perlu ada treatmen khusus,” ujar Edy, kepada awak media di Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Sabtu (26/8). Dia menyebut, saat Mentan mengunjungi lahan singkong, datarannya tinggi dan kurangnya ketersediaan air. “Tapi karena di situkan diberikan tempatnya, tapi itu bagaimana dikembalikan lagi konsepnya. Misal dengan melakukan penanaman kacang-kacangan, nanti ditreatmen lahannya,” bebernya. Selain itu, sambung Wagub. Mentan pun mencarikan alternatif lain untuk program ketahanan pangan di Gunung Mas. Mentan pun mencoba mencari lahan lain yang subur dekat dengan lembah. “Di daerah Dahian Tambuk itu beliau (mentan) mau coba kembangkan jagung. Sekarang meminta kepada koordinasi pemerintah kabupaten di sana untuk bisa melakukan sosialiasi terkait itu. Dengan melibatkan masyarakat sebagai petaninya. Dicoba dulu 100 hektare,” terangnya. Disinggung soal hilirasi, Wagub mengungkapkan kata Mentan paling tidak sebanyak 1.000 hektare untuk jagung. “Kalau 100 hektare ini uji coba. Diuji coba melibatkan masyarakat setempat. Lahan ini disamping itu juga milik masyarakat. Jadi semacam pemerintah memberikan stimulan untuk memberikan bibit, mengelola lahan,” bebernya. “Kalau ini berhasil bisa dikembangkan ke arah yang lebih luas. Kalau pikirannya untuk melakukan hilirisasi kan harus konek tu bahan baku dengan pabrik, kalau hanya 100 hektare mana bisa pabrik dibangun, paling tidak 1.000 hektare kata pa Menteri,” ungkapnya. Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng Sunarti. Menambahkan, Mentan datang ke Gunung Mas untuk melihat lokasi food estate. “Sehingga Menteri Pertanian itu mengambil peran dengan luas tanah 100 hektare. Untuk mencari apa yang cocok untuk dikembangkan di situ. Jadi Kementerian Pertanian jika ingin memberikan hibah bantuan itu harus ada kelompok taninya, jika tidak ada kelompok tani. Maka tidak bisa disalurkan hibah bantuan,” tambahnya.
Selengkapnya
PARENGGEAN, KOTIM – BIRO ADPIM. Kebutuhan terhadap komoditas peternakan, seperti daging sapi, telur, dan daging ayam terus meningkat dan sering fluktuatif, baik dari sisi ketersediaan maupun harga di pasaran yang dapat berdampak terhadap inflasi. Selama ini pemenuhan daging sapi, telur, dan daging ayam sebagian masih dari luar Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini tidak terlepas dari jumlah populasi dan produksi beberapa produk peternakan yang masih rendah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berkomitmen menjawab tantangan ini dengan membangun pabrik pakan ternak yang berkualitas dan terjangkau. Terkait hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) Edy Pratowo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pakan yang terletak di Desa Bukit Harapan SP III-G, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (9/9/2023). “Pembangunan pabrik pakan ini merupakan salah satu program prioritas tahun 2023 sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” ungkap Wagub membacakan sambutan Gubernur. Lebih lanjut, dikatakan Wagub, kehadiran pabrik pakan ini sekaligus menjawab keraguan bahwa Kalteng mampu menyediakan bahan baku pakan yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga ke depannya dapat mendorong investasi usaha peternakan yang lebih luas. Wagub menjelaskan pabrik pakan ini mempunyai kapasitas produksi 10 ton/jam atau 80 ton/hari yang memproduksi pakan untuk ternak unggas, ruminansia, dan ikan. Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pendirian bangunan produksi dan kantor. Tahap berikutnya adalah pengadaan peralatan dan bangunan pendukung lainnya. Pada tahun 2024, akan disiapkan untuk penganggarannya agar pabrik pakan ini dapat segera beroperasi. Gubernur melalui Wagub menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Kotim beserta jajaran, Camat Parenggean, Kepala Desa, dan masyarakat Desa Bukit Harapan SP III-G yang menghibahkan lahan untuk lokasi pembangunan pabrik ini. “Saya juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran semua pihak terkait. Ini sebagai awal kita membangkitkan sektor pertanian khususnya ketahanan pangan di Kalimantan Tengah, sehingga kita menjadi provinsi yang mampu swasembada pangan, mewujudkan masyarakat semakin sejahtera, sesuai tujuan kita menciptakan masyarakat Kalimantan Tengah yang semakin BERKAH,” pungkas Wagub. Turut hadir mendampingi Wagub Edy Pratowo, antara lain Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sri Widanarni, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng Sunarti, sejumlah Kepala OPD Provinsi Kalteng lainnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, serta unsur Forkopimda Kabupaten Kotim, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim, Kepala Kesyahbandaran Kotim, Ketua KADIN Kotim, Camat Parenggean, dan Kades se-Kecamatan Parenggean. (dew/bow)
Selengkapnya
MMCKalteng – Parenggean (Kotim) – Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Pakan Ternak, yang dipusatkan di Trans Parenggean-Tumbang Sangai Km. 9, Desa Bukit Harapan Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (9/9/2023). Wagub Kalteng Edy Pratowo saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng mengatakan, sebagai salah satu sumber pangan yang strategis, kebutuhan terhadap komoditas peternakan seperti daging sapi, telur dan daging ayam terus meningkat dan sering fluktuatif baik dari sisi ketersediaan maupun harga di pasaran, dapat berdampak terhadap inflasi. “Selama ini pemenuhan daging sapi, telur dan daging ayam sebagian masih dari luar Kalimantan Tengah. Hal ini tidak terlepas dari jumlah populasi dan produksi beberapa produk peternakan masih rendah”ucapnya. Pada saat ini, kebutuhan pakan ternak unggas di Kalimantan Tengah lebih kurang sebesar 338,25 ribu ton. Sebanyak 172,65 ribu ton untuk usaha unggas yang bergabung dalam korporasi, yang sudah terbangun sistem hulu-hilirnya. Sedangkan untuk kebutuhan peternak mandiri atau peternak rakyat sebesar 165,60 ribu ton yang memerlukan jaminan ketersediaan dan harga yang terjangkau. “Kehadiran pabrik pakan di Kalimantan Tengah diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan usaha peternakan unggas mandiri, dan menarik minat investasi dalam pengembangan usaha peternakan lainnya” kata Edy. “Selain itu menyediakan pakan ternak yang berkualitas dan terjangkau, sekaligus menjawab keraguan dari pihak perusahaan pakan bahwa Kalteng mampu menyediakan bahan baku pakan yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga ke depannya dapat mendorong investasi usaha peternakan yang lebih luas” sambungnya. Pabrik pakan yang dibangun di Desa Bukit Haparan, Kecamatan Parenggean ini mempunyai kapasitas produksi 10 ton/jam atau 80 ton/hari, yang memproduksi pakan untuk ternak unggas, ruminansia dan ikan. Selanjutnya ia menyebut bahwa pembangunan pabrik pakan ini merupakan salah satu program prioritas tahun 2023 sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai wujud pengabdian kita dalam membangun Kalimantan Tengah, guna mewujudkan “Kalteng Makin BERKAH”. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng Sunarti menyampaikan laporan bahwa kegiatan ini merupakan tanda dimulainya pembangunan pabrik pakan ternak di Kalimantan Tengah, sebagai sebuah komitmen bersama antara Pemprov. Kalteng dan seluruh stakeholders terkait, dalam mendukung berdirinya pabrik pakan berskala industri di Prov. Kalteng sebagai solusi memenuhi ketersediaan penyediaan pakan ternak yang berkualitas dan terjangkau. “Pelaksanaan pekerjaan konsruksi pabrik pakan dilaksanakan oleh CV. Heditya Jaya, untuk perencaaan oleh CV. Mentaya Geografic Konsultindo dan pengawasan oleh CV. Bangun Karya Perkasa Gesang” ujarnya. “Pembangunan pabrik pakan di Kecamatan Parenggean ini dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama bangunan produksi dan kantor, dan tahap berikutnya adalah pengadaan peralatan serta bangunan pendukung lainnya” pungkasnya.Turut hadir pada kegiatan ini Asisten Ekbang Sri Widanarni, Sahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, Forkopimda Kalteng, sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, instansi vertikal, mewakili Kalan BI, Bank Kalteng, jajaran Pemkab. Kotim, Forkopimda Kotim, Camat dan Kades Parenggean.
Selengkapnya
Kalteng ,- Percepatan masa tanam menjadi salah satu kunci peningkatan produksi padi. Terlebih menghadapi El Nino tahun ini yang notabene cukup ganas. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus melakukan akselerasi tanam di seantoro negeri. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat memantau dari udara giat percepatan tanam di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Senin (11/12). “Kegiatan ini merupakan bentuk gerak cepat Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi beras nasional di Masa Tanam I Oktober 2023-Maret 2024 ” jelas Amran. Di Pulang Pisau ini, Amran menyaksikan FE Ekstensifikasi padi yang dikelola Kelompok Tani Karya Jadi. Lokasinya di Desa Pantik, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam keterangannya lahan ini dulunya daerah rawa kemudian dioptimalkan menjadi lahan pertanian. Pembukaan lahannya tanpa bakar dengan total sekitar 62 hektar. Pulang Pisau adalah satu dari sekian daerah yang menjadi kawasan Food Estate bersama Kapuas serta Gunung Mas. Total lahannya sekitar 44.135 hektare. Dari keseluruhan food estate di Kalimantan Tengah terdapat hampir 100% yang sudah tertanami dan panen. Sementara di beberapa lokasi lainnya sedang dalam proses demplot untuk mencari kesesuaian teknologi dan budidaya yang tepat. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi yang meninjau langsung lokasi tanam menambahkan, Kabupaten Pulang Pisau ini merupakan Kabupaten sentra padi di Kalimantan Tengah dengan luas baku sawah 27 ribu hektar, terluas kedua setelah Kabupaten Kapuas. Ia melanjutkan, “Petani biasa bertanam padi dengan varietas lokal siam, sebagian jenis inpari dan ada padi hibrida.Indeks Pertanaman masih bisa ditingkatkan lagi menjadi IP200 dan IP300 ” katanya. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi padi dan jagung tambahnya, maka kami menindaklanjuti dengan pengembangan areal di Pulpis ini kisaran 15 ribu hektar dengan pola PIP dan PAT, termasuk pengembangan hilir dan pasarnya, sudah mulai ada kerja sama rice to rice. Kini sedang mendetilkan rencana pengeembangan ini berkoordinasi dengan Pemda Kalteng dan Pemda Pulpis. ” Terima kasih dukungan luar biasa TNI, Polri dan Kejati dan jajarannya di lapangan sehingga memperlancar pelaksanaan di lapangan ” ucap Suwandi. ” Kami yakin ke depan pertanian Pulpis akan semakin maju sebagai sentra penyangga pangan Kalimantan Tengah ” tandasnya.
Selengkapnya
MMCKalteng – Buntok – Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Edy Pratowo Panen Perdana Padi Inbrida di Desa Damparan, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Selasa (12/9/2023). Panen padi tersebut merupakan upaya dalam rangka pengendalian inflasi daerah melalui program Food Estate. Ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur, Wagub mengatakan seiring dengan pertambahan penduduk, mutlak diikuti dengan peningkatan produksi pangan terutama beras. “Dalam rangka meningkatkan produksi beras, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah, khususnya di Kawasan Sentra Pengembangan Padi seperti yang ada di Desa Damparan Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan ini,” kata Wagub.Wagub menambahkan, sebagai bagian dari Kawasan Sentra Food Estate Kalteng, Pemerintah telah menyiapkan sarana prasarana, diantaranya alat-alat pertanian, infrastruktur, akses perbankan dan sarana penunjang lainnya. “Varietas Nutrizink, Situbagendit, Inpari 42, dan Inpari 43 yang dipanen hari ini merupakan varietas unggul dengan produktivitas cukup tinggi yakni 6,4 ton per hektar. Hal ini tentu akan mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi di Kalimantan Tengah,” ungkapnya. Wagub menyampakan apresiasi dan ucapan terima kasih Pemkab Barsel atas upaya yang telah dilakukan dalam membangun dan mengembangkan Kawasan Sentra Padi seluas 195 hektar dan melebihi target yang telah ditetapkan, yaitu 100 hektar per kabupaten. “Saya berharap hal ini bisa diikuti oleh kabupaten lainnya, laksanakan rekomendasi Tim Pengendali Inflasi Daerah, serta pastikan setiap Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah telah menganggarkan program kegiatan untuk ketahanan pangan, khususnya dalam upaya mengendalikan dan menekan inflasi di Kalimantan Tengah,” imbuhnya. Sementara itu, Pj. Bupati Barsel Deddy Winarwan dalam laporannya menyampaikan luas lahan yang ada di Desa Damparan adalah 444,81 hektar, dengan target tanam April-September sebesar 200 hektar. "Luas yang dipanen sebesar 195 hektar dan telah dilakukan panen oleh kelompok tani seluas 67 hektar, sehingga yang akan dipanen selanjutnya adalah 128 hektar dengan beras Inpari. Ada 2 hektar padi jenis Nutruzink juga yang akan dikembangkan dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Barito Selatan," jelasnya. Ketika berbincang dengan Tim MMC Kalteng usai kegiatan, Wagub menyatakan meskipun saat ini masuk musim kemarau tetapi panen padi di Desa Damparan ini sudah tepat waktu. "Sekarang ini panen padinya cuma sekali setahun, ke depan diharapkan adanya kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan dan Pemerintah Provinsi untuk mencoba melakukan tanam dua kali dan panen dua kali dalam setahun," ujarnya. Wagub berharap masa tanam dan panen dua kali dalam setahun tersebut bisa direalisasikan di tahun 2024 sehingga bisa memaksimalkan sektor pertanian khususnya padi di Kabupaten Barsel dan meningkatkan ekstensifikasi hasil produksi perluasan lahan. Turut hadir unsur Forkopimda, Asisten Ekbang Setda Prov. Kalteng Sri Widanarni, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan SDM Suhaemi, Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng Sunarti, anggota DPRD Prov. Kalteng, serta Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Barsel terkait.
Selengkapnya