- Portal
- Situs
- Website
- Portal
Selamat Datang
Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata
Berita Terkini
Mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman dan tertata merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh UPT melaksanakan Gerakan ASRI yang melibatkan seluruh pegawai dalam menjaga dan merawat lingkungan kerja. Gerakan ASRI mengusung nilai Aman, Sehat, Resik (Bersih dan Tertib), serta Indah sebagai fondasi dalam menciptakan suasana kerja yang mendukung produktivitas dan pelayanan. Melalui kegiatan ini, setiap individu didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan sekitar. Dengan semangat kebersamaan, Gerakan ASRI diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi budaya kerja yang melekat dalam keseharian. Lingkungan yang aman, sehat, bersih, tertib, dan indah akan menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.
Selengkapnya
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh UPT di bawah naungannya melaksanakan Gerakan ASRI sebagai wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kerja yang positif serta mendukung pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. ASRI merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik (Bersih dan Tertib), dan Indah. Melalui gerakan ini, seluruh pegawai diajak untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, serta menciptakan suasana lingkungan kerja yang asri dan menyenangkan. Lingkungan yang terawat dengan baik akan mendukung kinerja yang optimal dan meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Gerakan ASRI diharapkan dapat menjadi budaya yang terus diterapkan secara berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan kerja agar tetap aman, sehat, bersih, tertib, dan indah demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Selengkapnya
Perkembangan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Kalimantan Tengah pada Mei 2026 mengalami penurunan. NTUP gabungan tercatat sebesar 144,55, turun 0,95% dibandingkan April 2026. Penurunan ini menjadi sinyal adanya peningkatan biaya produksi atau tekanan pada usaha pertanian yang perlu menjadi perhatian bersama. Dilihat per subsektor, NTUP tanaman pangan berada di angka 110,96, hortikultura 116,52, dan peternakan 102,15. Data ini menunjukkan bahwa meskipun masih berada di atas angka 100 (menguntungkan), tetap diperlukan upaya untuk menjaga efisiensi biaya dan stabilitas harga di tingkat petani. Melalui data ini, diharapkan seluruh pihak dapat terus memperkuat sinergi dalam mendukung keberlanjutan usaha pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah. Bersama kita jaga sektor pertanian tetap tangguh dan berdaya saing.
Selengkapnya
Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah pada Mei 2026 menunjukkan tren positif. NTP gabungan tercatat sebesar 139,72, mengalami kenaikan 0,21% dibandingkan April 2026. Kenaikan ini mencerminkan membaiknya daya beli petani serta kondisi usaha pertanian yang semakin stabil di berbagai subsektor. Secara rinci, NTP pada subsektor tanaman pangan berada di angka 107,42, hortikultura 112,47, dan peternakan 99,38. Angka ini menjadi indikator penting dalam melihat kesejahteraan petani, sekaligus bahan evaluasi untuk terus mendorong produktivitas dan keseimbangan harga di sektor pertanian. Dengan capaian ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi menjaga stabilitas sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah. Bersama, kita wujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Selengkapnya
Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2026 mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,34%. Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh harga beras yang meningkat akibat belum masuknya masa panen beras lokal, serta kenaikan biaya distribusi dari Pulau Jawa. Di sisi lain, beberapa komoditas strategis justru memberikan andil deflasi yang membantu menahan laju inflasi. Komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan tomat mengalami penurunan harga. Cabai rawit bahkan telah kembali ke harga normal pasca Lebaran. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika pasar yang cukup stabil, di mana kenaikan pada satu komoditas masih dapat diimbangi oleh penurunan pada komoditas lainnya. Secara tahunan (year-on-year), inflasi tercatat sebesar 4,56%, dengan beras menjadi penyumbang utama. Sementara itu, inflasi tahun kalender hingga Mei 2026 mencapai 2,15%. Data ini menjadi gambaran penting dalam menjaga stabilitas harga serta mendukung kebijakan strategis di sektor pangan, hortikultura, dan peternakan.
SelengkapnyaPeluang Investasi
Sekilas Info






Video Terkini
Podcast Kami