- Portal
- Situs
- Website
- Portal
Berita
Terkini, Teraktual, untuk Negeri
Kabupaten Kapuas, 23 November 2024 – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah, Ir. Hj. Sunarti, MM., mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dalam kunjungan kerja ke lahan cetak sawah di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Turut hadir dalam kunjungan ini, Pj. Bupati Kabupaten Kapuas, Ir. H. Darliansjah, M. Si., Ditektur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alamsyah, S. TP., M. T., Plt. Dirjen Lahan dan Irigasi, Kementerian Pertanian, Husnain M.P., M.Sc., Ph.D., Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg, Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto S.I.P., M.Han., Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalteng, Brigjen Pol Rakhmad Setyadi dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kalteng, M.Sunarto, SH., MH. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres cetak sawah sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional sekaligus memberikan motivasi kepada petani dan generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan. Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian secara simbolis menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, serta sarana produksi kepada kelompok Brigade Pangan. Setiap kelompok yang terdiri dari 15 anggota ini mendapat bantuan alat dan mesin pertanian senilai Rp3 miliar untuk mengelola lahan minimal 200 hektare. "Pendapatan mereka minimal Rp10 juta, bahkan lebih jika bekerja dengan tekun," ungka Menteri Amran. Beliau juga mengapresiasi perbankan yang langsung memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp100 juta per kelompok guna mendukung pembelian bahan bakar dan operasional alat pertanian. Menteri Amran menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk merealisasikan swasembada pangan dalam waktu empat tahun, sesuai arahan Presiden RI. "Ada polisi, ada kejaksaan, ada TNI, semua terlibat dan ada fungsinya, karena negara ini milik kita bersama, kita bergerak dibidang masing-masing. Manakala terjadi darurat pangan, iklim ekstrem seperti sekarang lanina dan el nino, TNI Polri Mendagri, Menteri pertahanan, itu wajib turun tangan, dan itu instruksi Presiden, kalau pangan bermasalah maka negara bermasalah karena ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara, tutur Menteri Amran. Beliau juga mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk bergabung dalam Brigade Pangan. "Siapapun yang mau terlibat langsung menjadi Brigade, boleh. Semua generasi boleh ikut, generasi milenial, generasi Z, dan yang usianya 60-70 tahun tapi semangatnya masih milenial juga boleh ikut, mari kita gandengan tangan, tujuan kita satu mencapai negara yang adil dan makmur, serta memanfaatkan tanah air untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," tegasnya. "Mudah-mudahan kedepan ini bisa ebih maju lagi dan bisa ebih banyak pemuda lagi yang ikut.Sekarang yang mendaftar ada 23.000, dan kita terima secara bertahap," tambahnya. Kementerian Pertanian berkomitmen menyediakan sarana pertanjan, sementara Kementerian Pekerjaan Umum akan menangani pengelolaan air untuk mendukung keberhasilan program ini. "Mari kita wujudkan cita-cita bersama menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera," pungkasnya. Ir. Hj. Sunarti, MM., Mengungkapkan bahwa sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci keberhasilan dalam merealisasikan swasembada pangan berkelanjutan. "Kami siap mendukung apa yang menjadi arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian termasuk dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan melalui program cetak sawah dan Brigade Pangan," ungkapnya. Dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, serta partisipasi aktif masyarakat melalui program seperti Brigade Pangan, menjadi fondasi kuat untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Dengan sinergi yang kokoh ini, diharapkan potensi besar sektor pertanian Indonesia dapat dimaksimalkan demi kesejahteraan rakyat dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Selengkapnya
Banjarmasin, 21 November 2024 – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah, Ir. Hj. Sunarti, MM., menghadiri Rapat Koordinasi Cetak Sawah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang berlangsung di Hotel Galaxy, Banjarmasin. Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dan bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas wilayah guna mendukung pencapaian swasembada pangan nasional. Turut hadir dalam rapat ini, Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, S. TP., M. T., Plt. Dirjen Lahan dan Irigasi, Kementerian Pertania, Husnain M.P., M.Sc., Ph.D., Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TAM), Ito Hediarto, TAM Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Dr. Ir. Desrial, M.Eng., IPU., APEC.Eng., TAM Pertanian Bidang Pengembangan Budidaya dan Paska Panen Komoditas Pertanian Prof. Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S., TAM Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Dr. Ir. Anny Mulyani, M.S., Waaster Kasad Bidang Wanwil dan Kermater, Brigjen TNI Heri Susanto., Perwakilan PT. Agro Industri Nasional (Agrinas), Ida Bagus., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Plh. Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar, menyampaikan optimisme terkait target cetak sawah 500.000 hektare di Kalsel. “Sebanyak 580 alat berat dari perusahaan lokal Kalsel telah siap mendukung program ini,” ungkapnya. Ia juga mendorong penggunaan varietas lokal seperti padi gogo dalam program tumpang sisip. "Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh stakeholder, kami optimis cetak sawah ini dapat berjalan dengan sukses," tambahnya. Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dalam arahannya menyebutkan bahwa rapat koordinasi ini sebagai langkah awal yang sangat penting. “Inflasi tertinggi di Indonesia sering terjadi di Kalimantan karena ketergantungan pada beras luar daerah. Namun, dengan gerakan ini, kami yakin Indonesia dapat mencapai swasembada pangan bahkan sebelum target empat tahun yang ditetapkan Presiden,” tuturnya. Terkait program Brigade Pangan, Menteri Pertanian menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat luas dan mengizinkan siapa pun yang mau bekerja dalam prigade pangan, "Kami mengizinkan seluruh generasi untuk ikut dalam Brigade Pangan, dan jika ada pemilik lahan yang ingin bekerja, maka izinkan dia bekerja. Walaupun dia sudah bersia 70 tahun tapi jika semangatnya masih 30 tahun, izinkan dia bekerja. Meskipun dia hanya lulusan SD, SMP, tapi jika dia memang benar-benar mau bekerja, izinkan dia bekerja.” pesannya. Kepala Dinas TPHP Kalteng, Ir. Hj. Sunarti, MM., mengapresiasi adanya rapat koordinasi ini. "Rapat ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan semua pihak, terutama dalam menyelaraskan program dan target yang ditentukan. Kami di Kalimantan Tengah siap berkontribusi penuh untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” tegasnya. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan, menjadikan rapat ini tonggak penting untuk masa depan ketahanan pangan nasional. Diharapkan sinergi ini dapat terus berlanjut untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Selengkapnya
Kabupaten Kapuas, 20 November 2024 – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah, Ir. Hj. Sunarti, MM., hadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan, Cetak Sawah, dan Brigade Pangan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas. Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kalimantan Tengah menjadi tumpuan pelaksanaan program cetak sawah yang menargetkan 150.000 hektare pada tahun 2025. Rapat koordinasi ini dilakukan secara hybrid dan dihadiri oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, S. TP., M. T., Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Drs. Septedy, M. Si., Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TAM), Ito Hediarto, TAM Pertanian Bidang Pengembangan Budidaya dan Pasca Panen Komoditas Pertanian Prof. Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S., TAM Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Dr. Ir. Anny Mulyani, M.S., Komandan Resor Militer (Danrem) 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto, S. I. P., M. Han, Komandan Kodim 1011 Kuala Kapuas, Letnan Kolonel inf Pamungkas Army Saputo, S.Sos., M.Sc,. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Dandim Se- Kalimantan Tengah. Dalam arahannya, Andi Nur Alamsyah menegaskan pentingnya Kalimantan Tengah sebagai wilayah strategis dalam program cetak sawah nasional. “Cetak sawah tumpuannya ada di Kalteng karena infrastrukturnya siap. Target 150.000 hektar harus tercapai, dan akhir 2024 diharapkan 10.000 hektar sudah terselesaikan,” ungkapnya. Ia juga memastikan semua kebutuhan teknis daerah akan terpenuhi agar program berjalan optimal. "Cetak sawah merupakan tanggung jawab kita bersama dan ini semua harus kita selesaikan. Jangan sampai ada kata gagal, saya harap Bapak Ibu dapat berkoordinasi dengan baik dan semua kebutuhan bapak ibu dalam program ini akan kami penuhi" jelasnya. Kepala Dinas TPHP Kalteng, Ir. Hj. Sunarti, MM., menegaskan bahwa pihak Dinas TPHP Kalteng mendukung penuh program ini. “Target 150.000 hektar sudah kami masukkan dalam Survey Investigasi Desain (SID), yang sudah berkontrak sebanyak 144.000. Saat ini kami sedang merevisi juknis SID dan diperkirakan minggu depan, sudah selesai” turut Ir. Hj. Sunarti, MM. Arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, juga menjadi landasan program ini. Brigjen TNI Ito Hediarto menyebutkan bahwa Penguatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis memperkuat pertahanan negara. Ini juga bertujuan menekan kemiskinan dan menjaga stabilitas harga pangan. Danrem 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto, S.I.P., M.Han., pada kesempatan ini juga menyampaikan dukungannya. "Untuk Korem 102 Panju Panjung akan terus konsisten mendukung program dari Menteri Pertanian. Semua tugas yang diberikan kepada kami akan kami tuntaskan, dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan sesuai waktu yang ditentukan. Kami akan bekerja keras demi Indonesia", ungkapnya. Drs. Septedy, M.Si., menyampaikan dampak positif yang sudah dirasakan masyarakat atas adanya program ini. “Multilayer effect dari cetak sawah sudah dirasakan masyarakat, dan kami optimis program ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Kapuas.” Rapat ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar-lembaga demi memastikan keberhasilan target nasional, menjadikan Kalimantan Tengah sebagai motor penggerak ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Selengkapnya
Palangka Raya, 20 November 2024 – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah (Kalteng), Ir. Hj. Sunarti, MM., menyambut baik kehadiran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam upaya bersama mengembangkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengujian Mutu Pakan, Perbibitan, dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPHMT). Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya di sektor peternakan. Dalam kunjungannya, Tri Martini Patria, perwakilan BRIN, menjelaskan bahwa pihaknya akan menerapkan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengkaji dampak lingkungan di area UPT. “Kami akan mengecek dampak lingkungan di area UPT tersebut menggunakan Life Cycle Assessment. Laporan kami sejauh ini juga sudah mengarah ke sana,” ungkapnya. Mendukung langkah ini, Ir. Hj. Sunarti, MM. menegaskan pentingnya penataan lingkungan di sekitar UPT. "Penataan lingkungan memang menjadi perhatian kami. Kami juga sudah memiliki beberapa rencana dalam penataan lingkungan, mulai dari jalur air, hingga penanaman tumbuhan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperindah UPT. Tersebut," ungkap Ir. Hj. Sunarti, MM. Selain itu, Ir. Hj. Sunarti, MM., juga menambahkan bahwa beberapa fasilitas di UPT. BPMPPHMT juga sudah mulai digunakan. "Untuk kandang ayam, saat ini sudah diisi ayam pedaging dengan target produksi menjelang Natal dan Tahun Baru. Biasanya, harga ayam meningkat pada periode tersebut, sehingga kami berupaya menekan kenaikan harga melalui peningkatan produksi,” jelasnya. Langkah kolaboratif antara Dinas TPHP Kalteng dan BRIN ini diharapkan dapat menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung stabilitas ekonomi di sektor pangan Kalimantan Tengah.
Selengkapnya
Kabupaten Pulang Pisau, 20 November 2024 - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah (Kalteng), Ir. Hj. Sunarti, MM., mewakili Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran, S. IP., menghadiri Launching Gugus Tugas Polri Dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Tjilik Riwut. Dalam sambutan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah yang dibacakan oleh Irwasda Kombes Pol Benny Ganda Sudjana, mengatakan bahwa program gugus tugas Polri dalam mendukung ketahanan pangan ini merupakan komitmen dalam bersinergi dengan arahan Presiden Republik Indonesia tentang Swasembada Pangan. "Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta bentuk dukungan dalam program ketahanan pangan Indonesia", ungkapnya. Kombes Pol Benny juga menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada memastikan ketersediaan makanan, tetapi juga mencakup aspek keberagaman jenis pangan, peningkatan kualitas, serta kestabilan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Pada kesempatan ini, Ir. Hj. Sunarti, MM., turut ikuti penanaman perdana benih jagung di lokasi tersebut, agenda ini merupakan bagian dari inisiatif Polda Kalteng dan Dinas TPHP Kalteng dalam mendukung Ketahanan Pangan. "Benih yang ditanam merupakan benih jagung manis, penanaman ini juga dibantu oleh anak-anak SMK dan Mahasiswa", ungkap Ir. Hj. Sunarti, MM. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kombes Pol Leo Surya, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Kalteng, yang didampingi oleh Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol sinergi antar-lembaga tetapi juga komitmen bersama untuk memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.Dengan inisiatif ini, Kalimantan Tengah diharapkan menjadi salah satu pionir dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Selengkapnya
Palangka Raya, 19 November 2024 – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah menggelar Pelatihan Pengolahan Pakan Ternak serta Uji Kelayakan Pabrik Pakan dan Kluster Sapi Potong. Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas TPHP Kalteng, Ir. Hj. Sunarti, MM., ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam formulasi pakan ternak dan mendukung keberlanjutan sektor peternakan. Ketua panitia, Yecolin, S. Pt., M. Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan peserta dari delapan kabupaten dan kota, termasuk Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Utara, Gunung Mas, Seruyan, dan Palangka Raya. "Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan produktivitas ternak sesuai standar kebutuhan," tuturnya. Dalam arahannya, Ir. Hj. Sunarti, MM., menyoroti pentingnya pengelolaan pakan yang efektif. "Untuk biaya produksi, didominasi oleh biaya pakan,hingga 70-80%. Oleh karena itu Kami menyambut baik pelatihan ini untuk membantu peternak memahami cara membuat pakan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," jelasnya. Ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan pabrik pakan ternak berkapasitas 40 ton per hari yang digagas oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, S.IP.. "Pembangunan pabrik pakan ini sudah mencapai 90%. Kami optimis akhir tahun ini akan dilakukan uji coba operasional. Harga pakan yang dihasilkan nanti akan berada di bawah harga pasar, sehingga peternak dapat mengakses pakan berkualitas dengan biaya lebih rendah," tambahnya. Sebagai langkah pendukung, Dinas TPHP juga telah menjalin kontrak dengan petani lokal untuk penyediaan bahan baku seperti jagung. "Kami membantu petani dengan memberikan bibit dan memastikan hasil panennya kami beli. Ini akan memberikan kepastian bagi petani sekaligus mendukung suplai bahan baku pabrik pakan," ungkapnya. Ir. Hj. Sunarti, MM. juga menyampaikan apresiasinya kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu demi kemajuan sektor peternakan di Kalimantan Tengah. Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan pakan ternak, sehingga dapat mendorong budidaya peternakan yang berkelanjutan.
Selengkapnya
Palangka Raya, 19 November 2024 – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah, Ir. Hj. Sunarti, MM., menyambut rombongan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kantor Dinas TPHP Kalteng. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan Pelatihan Pengolahan Pakan Ternak serta Uji Kelayakan Pabrik Pakan dan Kluster Sapi Potong yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-21 November 2024. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Nafiatul Umami, S. Pt., M. P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan gambaran materi pelatihan yang akan dilaksanakan. Salah satu fokusnya adalah pengenalan ayam buras unggulan yang diberi nama "Kalimantan Super". "Kami akan memberikan edukasi mengenai pola pengelolaan ayam buras ini, termasuk bahan baku lokal yang telah kami kaji untuk dioptimalkan di Kalteng," ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Ir. Hj. Sunarti, MM. menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan UGM. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan akan pakan murah menjadi prioritas daerah, sesuai arahan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran. "Bapak Gubernur pernah berdialog langsung dengan peternak dan nelayan. Salah satu kendala utama yang mereka sampaikan adalah tingginya harga pakan. Oleh karena itu, pabrik pakan menjadi salah satu solusi strategis yang diinisiasi Bapak Gubernur," ungkapnya. Sementara itu, Ir. Cuk Tri Noviandi, S. Pt., M. Anim. St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., memperkenalkan teknologi berupa aplikasi kalkulator formulasi pakan ternak. "Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam menghitung formula pakan dengan bahan baku yang tersedia," jelasnya. Pelatihan ini akan melibatkan berbagai peserta, termasuk peternak, pelaku usaha, dan staf Dinas yang membidangi peternakan di wilayah Kalimantan Tengah. Variasi peserta ini diharapkan mampu menciptakan diskusi yang produktif melalui pendekatan Focused Group Discussion (FGD). Selain pelatihan, rombongan UGM juga akan memaparkan hasil kajian pola pengembangan peternakan di Kotawaringin Timur serta rekomendasi pengelolaan peternakan di masa mendatang. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor peternakan di Kalimantan Tengah.
Selengkapnya
Tanam padi bersama Kegiatan Optimalisasi Lahan di Kec. Tewah, Kab Gunung Mas
Selengkapnya
Kotawaringin Timur, 18 November 2024 - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kalimantan Tengah, Ir. Hj. Sunarti, MM., melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Pahari Sejahtera di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Sepnita. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memantau perkembangan hibah ternak dan mengevaluasi pabrik pakan rumahan yang dikelola kelompok tani tersebut. Ketua Kelompok Tani Pahari Sejahtera, Sugiarto Sumari, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan, serta perhatian dan dukungan pemerintah. "Kami sangat senang atas kunjungan ini. Dari total 13 ekor sapi yang kami terima melalui program hibah, kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 100 ekor. Semua sapi ini kami pelihara dengan cara dilepas di lahan khusus yang kami siapkan sebagai kandang terbuka," jelasnya. Menanggapi laporan tersebut, Ir. Hj. Sunarti, MM. memberikan apresiasi atas keberhasilan kelompok tani dalam mengelola bantuan hibah ternak. "Kami sangat bangga mendengar perkembangan ini. Bantuan yang diberikan hendaknya tidak dijual semuanya, melainkan dikembangkan agar manfaatnya semakin meluas bagi masyarakat," ungkapnya. Dalam kunjungan tersebut, Ir. Hj. Sunarti, MM. juga berkesempatan meninjau kondisi sapi secara langsung. "Sapi-sapi di sini terlihat sehat dan gemuk, menandakan bahwa perawatan yang dilakukan sangat baik. Jika semua kelompok yang mendapatkan bantuan ternak bisa mengembangkan bantuan tersebut hingga seperti ini maka swasembada daging akan tercapai" tuturnya. Selain memantau perkembangan ternak, rombongan juga mengunjungi pabrik pakan rumahan yang menjadi bagian dari inovasi kelompok tani. "Dengan adanya pabrik pakan seperti ini, tentu kemandirian peternak dalam menyediakan pakan ternaknya akan tercapai", ungkap Ir. Hj. Sunarti, MM., Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lain di wilayah Kalimantan Tengah untuk mengoptimalkan bantuan yang telah diterima, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani dan peternak Kalteng.
Selengkapnya
Panen Kegiatan Perbanyakan Benih Unggul Jagung varietas Sukmaraga Kelas BP seluas 1 Ha di Instalasi Perbanyakan Benih Palawija Sei Rangit_Kabupaten Kotawaringin Barat_UPT Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPBTPH) Prov.Kalteng
Selengkapnya