• Portal
  • Situs
  • Website
  • Portal
DTPHP
image

RAKORDA PROGRAM CETAK SAWAH TAHUN 2025

Tahun ini, Kalimantan Tengah jadi salah satu fokus utama program cetak sawah nasional. Dengan dukungan penuh dari pusat hingga daerah, target lahan yang luas siap diwujudkan demi ketahanan pangan Indonesia. Wakil Gubernur H. Edy Pratowo mengingatkan, meski tantangan di lapangan tidak mudah, disiplin dan kerja sama adalah kunci. Semua pihak harus bergandengan tangan untuk mencapai hasil terbaik bagi petani dan masyarakat. Kepala Dinas TPHP Kalteng, H. Rendy Lesmana, menegaskan program ini bukan hanya soal cetak sawah, tapi juga keberlanjutan pangan di masa depan. Mari dukung bersama agar Kalteng benar-benar jadi lumbung pangan nasional!

Selengkapnya
image

Petani Bergerak Lawan Hama Tikus!

Petani Bergerak Lawan Hama Tikus! Menjelang musim tanam Oktober-Maret (MT. OKMAR) 2025/2026, petani di Desa Sudirejo, Kecamatan Tamban Catur, Kapuas, bersama POPT, mantri tani, dan penyuluh melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Swadaya. Langkah ini dilakukan demi melindungi lahan seluas 35 hektare dari ancaman hama tikus yang kerap merusak persemaian dan tanaman muda. Dengan teknik pengumpanan menggunakan bahan pengendali *Fetrokum 0,005 RB*, petani gotong royong memastikan tanaman padi bisa tumbuh optimal sejak awal. Kehadiran POPT dan penyuluh di lapangan memberikan arahan teknis agar gerakan pengendalian ini berjalan efektif dan aman. Kepala Dinas TPHP Kalteng, H. Rendy Lesmana, SP., MM., C.R.B.C., mengapresiasi semangat petani. “Gerakan swadaya ini menjadi bukti nyata kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya. Bersama, kita wujudkan pertanian tangguh dan hasil panen yang melimpah!

Selengkapnya
image

Selamat Hari Tani Nasional 2025!

Selamat Hari Tani Nasional 2025! Hari ini kita rayakan peran besar para petani yang setiap hari bekerja keras menghadirkan pangan untuk kita semua. Tanpa mereka, meja makan kita takkan pernah lengkap. Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah mengajak kita semua untuk lebih menghargai hasil tani dan terus mendukung petani agar semakin berdaya, sejahtera, dan mampu bersaing di era pertanian modern. Mari bersama-sama menjaga semangat gotong royong, mencintai produk pertanian daerah, dan menjadikan Hari Tani Nasional sebagai pengingat pentingnya peran petani bagi ketahanan pangan bangsa.

Selengkapnya
image

Rapat Pembahasan Cetak Sawah Tahap II Tahun Anggaran 2025

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui program Cetak Sawah. Rapat Pembahasan Cetak Sawah Tahap II Tahun Anggaran 2025 pada Selasa, 23 September 2025 digelar sebagai tindak lanjut program tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menyusun langkah strategis dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. Harapannya, cetak sawah dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjadikan Kalimantan Ten… Lihat selengkapnya

Selengkapnya
image

Informasi Harga Pasar Komoditas Hortikultura di Palangka Raya, Kalimantan Tengah per 29/09/2025

Informasi Harga Pasar Komoditas Hortikultura di Palangka Raya, Kalimantan Tengah per 29/09/2025  

Selengkapnya
image

Selamat & Sukses Ny. Aisyah Thsia Agustiar Sabran (Ketua TP Posyandu Provinsi Kalimantan Tengah) meraih Juara Harapan 2

Selamat & Sukses Ny. Aisyah Thsia Agustiar Sabran (Ketua TP Posyandu Provinsi Kalimantan Tengah) meraih Juara Harapan 2 pada Lomba TIM Pembina Posyandu Tingkat Nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Kalimantan Tengah dalam membina dan mengembangkan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat . Mari bersama terus mendukung inovasi dan peran Posyandu dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia.

Selengkapnya
image

Pengawalan dan monitoring percepatan pelaksanaan kegiatan cetak sawah 2025

Pengawalan dan monitoring percepatan pelaksanaan kegiatan cetak sawah 2025

Selengkapnya
image

Dirgahayu Kabupaten Barito Selatan ke-66

Dirgahayu Kabupaten Barito Selatan ke-66

Selengkapnya
image

RAKOR SOSIALISASI KOPERASI MERAH PUTIH

Pemprov Kalimantan Tengah terus memperkuat sosialisasi Koperasi Merah Putih dan Kartu Huma Betang sebagai langkah nyata membangun ekonomi dari akar rumput. Melalui Rakor bersama Pemkab Kotawaringin Timur dan Seruyan di Sampit, seluruh camat, lurah, dan kepala desa diajak menyamakan visi dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih adalah motor penggerak perekonomian sekaligus fondasi kemandirian desa dan kelurahan. Hingga kini, tercatat ada 1.542 koperasi Merah Putih di Kalteng, termasuk 185 unit di Kotim dan 100 unit di Seruyan. Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari semangat kebersamaan dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat. Dengan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan, koperasi diharapkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selengkapnya
image

RANTAI MUTU BERAS DARI HULU KE HILIR

Beras merupakan bahan pangan pokok yang dikonsumsi lebih dari separuh populasi. Beras berperan penting dalam menyediakan energi, vitamin, dan mineral untuk tubuh. Dalam penanganannya, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas padi. Diantaranya adalah varietas, kondisi iklim, kondisi lingkungan, dan penanganan sebelum panen. Selain itu, proses penanganan pascapanen yang baik dapat mengurangi risiko kerusakan fisik, menjaga kualitas padi, dan mencegah kontaminasi jamur dan serangga. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas mutu beras. 1.       Awal Budidaya Pemerintah sudah menetapkan Pedoman Budidaya Tanaman Pangan yang Baik dan Benar (Good Agriculture Practices). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, meminimalisir susut hasil panen, serta menghasilkan produk yang bermutu. Sebelum budidaya, petani harus memilih lokasi tanam yang sesuai dengan ketentuan, lahan bebas limbah, mempunyai pengairan yang jelas, sistem drainase yang baik, serta air irigasi yang bersih dan bukan berasal dari limbah. Benih yang digunakan adalah varietas unggul, benih resmi, bersertifikat serta harus sehat dan bebas hama. Selain itu, pada masa budidaya, peralatan yang digunakan harus bersih dan terawat serta tidak menggunakan peralatan yang mudah berkarat atau mengelupas. Penggunaan pupuk selama masa tanam harus tepat, yaitu tepat jenis, tepat mutu, tepat waktu, tepat dosis, serta tepat cara aplikasi. Selain itu, penggunakan pupuk juga tidak boleh mengakibatkan pencemaran sumber air dan air tanah. Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama juga harus sesuai dengan anjuran dan menggunakan pestisida yang telah terdaftar dan berizin.   2.       Panen dan Pascapanen Penanganan saat panen dan pascapanen merupakan proses penting yang dapat mempengaruhi kualitas dari beras. Panen padi harus dilakukan tepat waktu, saat visual padi sudah berwarna kuning keemasan sebesar 90-95%. Padi dipanen sekitar 30-35 hari sejak tumbuh bunga merata. Lalu saat pengukuran kadar air sebelum panen, kadar air saat kemarau sebesar 22-23% dan sebesar 24-26% saat musim hujan. Panen secara tepat dapat menghasilkan beras dan gilingan yang baik dan menurunkan risiko beras patah. Pengeringan padi dilakukan dengan menggunakan alas yang bersih dan bebas cemaran untuk menghindari susut pascapanen, kotor, atau terkontaminasi. Lokasi penanganan pascapanen sebaiknya dekat dengan Lokasi panen dan harus bebas cemaran. Alat yang digunakan harus sesuai standar, mudah dibersihkan, tidak mudah mengelupas/berkarat, serta tidak mengandung unsur lain yang dapat mencemari hasil panen.   3.       Peredaran Beras Beras yang diedarkan baik yang diperjualbelikan maupun yang tidak harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh pemerintah yaitu bebas hama, bebas bau apek, asam/bau asing serta memenuhi persyaratan keamanan pangan. Beras dikemas dengan kemasan yang rapat, kuat, dan higienis. Beras yang diedarkan juga harus diberi label yang jelas, seperti nama produk, komposisi, berat bersih, nama dan Alamat produsen, kelas mutu, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, asal beras, informasi halal dan HET (Harga Eceran Tertinggi) beras sesuai kebijakan yang berlaku.   4.       Belanja Beras Tips saat membeli beras yaitu dengan mengecek kondisi kemasan terlebih dahulu, termasuk dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa, memilih beras sesuai dengan kelas mutu yang diinginkan dengan membandingkan penampakan visual beras dan label yang tertera pada kemasan. Jika membeli beras curah, konsumen dapat memastikan bahwa beras bebas hama, bau apak, asam atau bau asing.   5.       Penyimpanan Beras Untuk menjaga mutu beras selama penyimpanan, sebaiknya beras disimpan di wadah rapat dan diletakkan di tempat kering. Jauhkan dari sumber panas/sinar matahari dan bahan beraroma tajam. Periksa kondisi beras sebelum digunakan, pastikan tidak ada serangga dan tidak bau apek. Sebelum menuang beras baru, pastikan bahwa beras yang lama sudah habis agar stok beras lama tidak tertimbun dan mencemari beras baru.   6.       Pengolahan dan Penyajian Cuci beras seperlunya saja untuk membersihkan kotoran karena pencucian yang berlebihan dapat melarutkan sebagian nutrisi yang mudah larut air. Pada saat memasak, gunakan peralatan bersih dan kering. Setelah nasi matang, simpan nasi pada wadah tertutup untuk mencegah makanan tercemar hama, kotoran, debu, atau kontaminasi silang. Referensi Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM). 2020. 5 Kunci Mengolah Pangan Dengan Aman. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan. Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP). 2024. Penerapan Good Agricultural Practices & Good Gandling Practices Padi di Sumatera Utara. Jakarta: Badan Standardisasi Instrumen Pertanian. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2020. Beras. SNI 6128:2020. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional. Juniarti, R., N Udayana S., Nurdjanah, S., Subeki, & Hasanudin, U. 2022. Karakteristik kimia dan fisik beras terserang kutu (Sitophyllus oryzae. sp). Jurnal Agroindustri Halal, 8(2): 222 – 232. Layli, A. N., Arum, A., & Wibowo, T. S. 2023. How to Wash Rice Properly to Keep the Nutrition in Kencat Village, Bancaran, Bangkalan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari, 2(8): 685–690. Müller, Amanda, et al. 2022. Rice Drying, Storage and Processing: Effects of Post-Harvest Operations on Grain Quality. Rice Science, 29(1): 16-30. Peng, Bo, et al. 2019. Effects of Rice Aging on Its Main Nutrients and Quality Characters. Journal of Agricultural Science, 11(17): 44-56. Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Persyaratan Mutu Dan Label Beras. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 44/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Pedoman Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian Asal Tanaman Yang Baik (Good Handling Practices). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 48/Permentan/OT.140/10/2006 tentang Pedoman Budidaya Tanaman Pangan yang Baik dan Benar (Good Agriculture Practices).      

Selengkapnya